ayu dwi aryanti

ayu dwi aryanti

Selasa, 17 April 2012

cinta maafkan aku

Bogor, 16 april 2012
11:50 pm

cinta,,,,
maaf kan aku yang tak bisa mempertahankan mu,
maafkan aku yang seakan tak menahan kepergian mu,
maafkan aku yang selalu tak bisa sempurna untuk mu,
maafkan aku.......

rinduku padamu memang tak sebesar rinduku pada sang pencipta...
cintaku padamu juga tak sebesar cintaku pada ayah dan ibu yang telah merawatku.,.
namun, kau adalah separuh impianku dimasa depan,....

separuh jiwa yang rasanya telah menjadi kepingan tak berarti
... jika masalalu masih membayangiku, salahkah aku....??
salahkah aku yag tak mampu menepis bayangmu..?
dosa kah aku yang telah melepasmu...??

segenap rasa kupendam...
seluruh rasa kutahan....
dan sebuah anganpun aku hentikan....


sejenak aku terdiam, membisu bagaibatu....
aku tak menahan langkahmu....
aku pun tak genggang tangan mu dengan memohon kau hentikan langkah dan kembali....
kau sadar aku tak lakukan semua itu....


meski cinta ini memang untuk mu...
rindu ini masih lah namamu...
namun, cinta dan rindu ini tak lebih besar dari keinginan untuk melihatmu bahagia....
sadarku, jiwa ini tak mampu menghantarkan mu menuju kebahagian yang kau damba,,,

cinta....
aku menyayangimu....
bahkan, saat hatimu bukan lagi untukku...
saat rindumu bukan lagi jiwa ku,..
saat asamu bukan lagi dengan ku....
dan bahkan saat bayang ku telah sirna dalam benak mu....


aku tak mampu memaksamu, untuk tetap bertahan...
aku tak mampu menahan cinta yang bukan lagi milikku....

Cinta maafkan aku yang telah membuatmu lelah...

Rabu, 11 April 2012

Bidadariku


mas kawin untuk bidadariku
adalah sekuntum bunga melati
yang aku petik
dari sujud sembahyangku
setiap hari

buah cintaku dengan bidadariku
adalah lahirnya sejuta generasi teladan
yang menggendong tempayan2 kemanfaatan
bagi manusia dan kemanusiaan
pada setiap tempat,pada setiap zaman

mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian
dalam abad2 yang susah,
abad2 tidak mengenal tuhan
abad2 hilang naluri kemanusiaan
abad2 berkuasa rezim2 kemungkaran
dan mereka tetap kekar dan setia membela kebenaran dan keadilan

estafet perjuangan kami berkelanjutan
sambung menyambung pada setiap generasi
tak berpenghabisan
terus bergerak
mengaliri ladang2 peradaban
seperti cintaku
pada bidadariku
yang terus tumbuh
semakin subur
dari hari kehari
laksana kalimat2 suci
di hati para salehin
di hati para nabi

*dipetik dari puisi berjudul bidadariku, karya Habiburrahman,yang dimuat dalam antologi puisi 'NAFAS PERADABAN', diterbitkan oleh ICMI Orsat Cairo, 2000.http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=381394695233765